EFEKTIFITAS SIMPANG
Langkah
dalam Pengambilan Keputusan:
Dalam mata kuliah
Teknik Pengambilan keputusan kami diajarkan teknik atau langkah dalam mengambil
keputusan yang lebih baik dan bijak, dalam artikel ini saya Taruna DIV
Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan I Dewa Gede Tantara Tesa Putra, akan
mengaplikasikan atau menerapkan apa yang telah saya dapat dan pelajari dalam
mata kuliah ini salah satunya yaitu langkah dalam pengambilan keputusan dengan
permasalahan yang saya angkat yaitu Manajemen Simpang (studi kasus: Simpang
Antasura, Denpasar Timur, Bali) dalam penetuan tingkat efektifitas simpang
menggunakan APILL atau prioritas.
Latar
Belakang:
Persimpangan adalah daerah vital dimana banyak
terjadi konflik lalu lintas. Persimpangan merupakan simpul jaringan jalan transportasi dimana ada dua atau lebih ruas jalan
yang saling bertemu, sehingga daerah persimpangan adalah daerah yang sering
terjadi sebuah konflik yang disebabkan oleh pengemudi yang melanggar lalu
lintas, jumlah kendaraan yang semakin banyak dan tidak terkontrol membuat
sistem lalu lintas menjadi tidak normal dan tidak terkontrol.
Simpang
Antasura merupakan simpang berlengan empat bersinyal. Pada simpang tersebut saya
ingin membandingkan tingkat efektifitas pemasangan APILL pada simpang tersebut
karena menurut masyarakat semenjak dipasang APILL kondisi lalu lintasnya
semakin memburuk, hal inilah yang membuat saya tertarik untuk untuk mengangkat
masalah ini menjadi permasalahan.
Berdasarkan
permasalahan diatas, hal tersebutlah yang melatar belakangi saya dalam
pengambilan keputusan pada simpang lengan empat bersinyal di jalan Antasura,
Denpasar Timur.
A. Menetapkan Tujuan:
·
Tujuan Umum:
Untuk
meningkatkan kinerja simpang bersinyal.
·
Tujuan Khusus:
1. Untuk mengetahui
perbandingan efektifitas simpang. (berdasarkan
kapasitas, derajat kejenuhan dan kuesioner pengguna jalan simpang
bersinyal dan tidak apabila simpang tersebut diasumsikan kembali untuk menjadi
simpang prioritas)
2.
Untuk mengetahui volume lalu lintas pada simpang tersebut. (berdasarkan hasil survey Traffic Counting)
3. Untuk mengetahui
∑ Ymax waktu siklus dan diagram siklusnya. (berdasarkan perhitungan hijau, merah, dan kuning
yang dihitung menggunakan alat android Traffic
Light Timer)
4.
Untuk mengetahui geometrik simpang tersebut. (berdasarkan hasil survey pengukuran dimensi simpang)
5.
Untuk mengetahui kondisi dan kelengkapan sarana dan prasarana
jalan sekitar simpang. (berdasarkan
survey inventarisasi jalan)
B. Identifikasi Masalah
1.
Volume lalu lintas yang padat. (mengakibatkan tingkat derajat kejenuhan pada simpang tinggi)
2.
Waktu siklus tinggi. (mengakibatkan
antrian panjang pada jalur jalan yang mengarah pada simpang Antasura)
3.
Pada salah satu jalur jalan simpang terdapat tanjakan pada
geometrik jalannya. (mengakibatkan
tundaan pada kendaraan akibat alinyemen vertikal pada jalur jalan tersebut)
4.
Kelengkapan dan prasarana pendukung simpang kurang. (mengakibatkan kinerja simpang berkurang)
C. Mengembangkan Sejumlah Alternatif
1.
Tetap menggunakan simpang bersinyal dengan mengubah sistem
pengaturan dan manjemen simpangnya. (berdasarkan
hasil survey dan analisa perhitungan)
2.
Menggunakan simpang prioritas. (berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada pengguna jalan)
D. Penilaian dan Pemilihan Alternatif
·
Penilaian
1.
Menggunakan simpang bersinyal
Simpang Antasura memiliki
volume lalu lintas pada waktu peak hour selama
1 jam yaitu 7240
kend/jam atau 4134 smp/jam untuk kendaraan bermotor dan 40 kend/jam untuk kendaraan tidak bermotor.
Simpang Antasura memiliki
waktu siklus 100 detik, fase
utara-selatan untuk waktu hijau berjalan selama 40 detik dengan waktu hilang 5
detik dan waktu merah atau henti selama 55 detik. Sedangkan untuk fase
timur-barat, waktu merah atau henti selama 50 detik, waktu hilang 5 detik dan
waktu hijau atau jalan selama 45 detik.
Simpang Antasura lebih
efektif menggunakan pengaturan bersinyal berdasarkan tingkat kapasitas, konflik
lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan dalam meningkatkan kinerja simpang.
2.
Menggunakan simpang prioritas
Simpang Antasura memiliki
efektifitas lebih apabila diasumsikan menjadi prioritas berdasarkan pada
perhitungan derajat kejenuhan dan wawancara (kuesioner) kepada pengguna jalan
dengan uji hipotesis didapati bahwa simpang prioritas lebih efektif
dibandingkan bersinyal. Namun hal dilihat dari tingkat terjadinya konflik lalu
lintas sangat tinggi dan otomatis tingkat keselamatan pengguna jalan rendah.
·
Pemilihan Alternatif
Dalam pemilihan dua alternatif ini saya mengambil keputusan
untuk tetap menggunakan simpang bersinyal dengan mengubah sistem pengaturan dan
manjemen simpangnya. Hal ini dilihat dan dipetimbangkan berdasarkan tujuan awal
yaitu meningkatkan kinerja simpang Antasura.
E. Melaksanakan Keputusan
Menerapkan
keputusan yang diambil yaitu pada simpang Antasura tetap menggunakan simpang
bersinyal dan mengubah sistem pengaturannya dari dua fase menjadi empat fase
dan mengatur waktu siklus dengan meningkatkan waktu hijau pada jalan utama.
F.
Evaluasi dan
Pengendalian
·
Evaluasi
1.
Terjadi kemacetan pada jam sibuk yaitu berangkat dan pulang
kerja.
2.
Terjadi antrian mencapai 10 detik
·
Pengendalian
1.
Pemasangan rambu petunjuk untuk memudahkan pengguna jalan
dalam penyampaian informasi
2.
Pemasangan rumble
street sebelum memasuki simpang sebegai pengendali kecepatan pengguna jalan
3.
Pemasangan ATCS dalam pengaturan otomatis wktu siklus untuk
menanggulangi kemacetan pada jam sibuk dan mengurangi tundaan.
Kegiatan dibelakang Layar:
Dalam
penelitian yang saya lakukan adapun peserta penelitiannya yaitu sejumlah tiga
orang yaitu saya dan dibantu teman saya dari UPT Universitas Udayana jurusan
Teknik Sipil, kenapa teknik sipil? Karena itu sangat membantu saya dalam
melakukan survey inventarisasi jalan dan satunya dari UPT Universitas
Pendidikan Ganesha jurusan Pendidikan Teknologi dan Informasi, mengapa jurusan
ini? Karena itu sangat membantu saya counting kendaraan dalam survey Volume
Lalu Lintas
Peserta
penelitian:
1. Nama: I DEWA GEDE TANTARA TESA
PUTRA
Notar: 14.I.0228
Jurusan: DIV Manajemen
Keselamatan Transportasi Jalan
UPT: Politeknik Keselamatan
Transportasi Jalan Tegal

2. Nama: Ade Wahyu Sudewa
NIM:
1419251076
Jurusan: Teknik Sipil
UPT: Universitas Udayana BALI
3. Nama: I Putu Yogi Suryawan
NIM: 1415051041
Jurusan: Pendidikan Teknologi dan
Informasi
UPT: Universitas Pendidikan
Ganesha Singaraja
Kondisi Studi Kasus:
Gambar 1. Lokasi Penelitian
Gambar 2. Kondisi saat melakukan penelitian
Gambar 3. Kondisi Sarana/Prasarana
disekitar simpang
Gambar 4. Kemacetan pada jam sibuk
Gambar 5.
Perbaikan jalan rusak pada simpang Antasura