Selasa, 12 April 2016

BAGAIMANA MEMBUAT KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI

Membuat keputusan: The process of choosing a course of action for dealing with a problem or opportunity.

Langkah-langkah dalam membuat keputusan semantik.
– Menggambarkan dan mengenali masalah dan kesempatan.
– Mengidentifikasi dan menganalisis macam langkah tindakan alternatif, mengestimasi pengaruhnya  dalam masalah atau kesempatan.
– Memilih tindakan yang lebih disukai.
– Mengimplikasikan tindakan yang lebih disukai.
– Mengevaluasi hasil dan kelanjutannya sebagaimana diperlukan.
• Prosespengambilan keputusan sistematis tidak mungkin diikuti jika perubahan substansiil yang terjadi dan banyak teknologi baru yang digunakan.
• Teknik keputusan novel boleh menghasilkan pencapaian atasan dalam situasi tertentu.
• Konsekwensi pengambilan keputusan yang etis harus dipertimbangkan.

Lingkungan keputusan meliputi:
• Lingkungan tertentu.
– Bilamana informasi adalah cukup untuk meramalkan hasil dari tiap alternatif dalam pengambangan implementasi.
– Kepastian adalah masalah ideal dalam memecahkan dan pengambilan keputusan lingkungan.

• Mengambil resiko lingkungan.
– Bilamana pembuat keputusan tidak dapat menyudahi kepastian mengenai hasil berbagai macam tindakan, tetapi mereka dapat merumuskan kemungkinan kejadian.
– Kemungkinan dapat dirumuskan melalui sasaran prosedur statistik atau intuisi pribadi.

• Lingkungan tidak-pasti.
– Bilamana manager memiliki sedikit informasi bahwa mereka tidak dapat menetapkan kemungkinan suatu kegiatan dari berbagai alternatif dan kemungkinan hasil.
– Ketidak-pastian memaksa pembuat keputusan bersandar pada individu dan kreativitas kelompok untuk berhasil dalam memecahkan masalah.
– Juga yang ditandai oleh dengan cepat mengubah:

Bentuk-bentuk keputusan.
– Keputusan terprogram.
• Melibatkan permasalahan rutin yang muncul secara teratur dan dapat ditujukan melalui tanggapan standard.
– Keputusan tidak terprogram.
• Melibatkan bukan permasalahan rutin yang memerlukan solusi secara rinci pada situasi yang ada

Pola dasar berpikir dlm konteks organisasi:
1. Penilaian situasi (Situational Approach) untuk menghadapi pertanyaan “apa yg terjadi?”
2. Analisis persoalan (Problem Analysis) dari pola pikir sebab-akibat
3. Analisis keputusan (Decision Analysis) didasarkan pada pola berpikir mengambil pilihan
4. Analisis persoalan potensial (Potential Problem Analysis) didasarkan pada perhatian kita mengenai peristiwa masa depan, mengenai peristiwa yg mungkin terjadi & yg dapat terjadi.






Beberapa teknik dalam pengambilan keputusan:

Certainty:
Jika semua informasi yg diperlukan untuk membuat keputusan diketahui secara sempurna & tdk berubah
Risk:
Jika informasi sempurna tidak tersedia, tetapi seluruh peristiwa yg akan terjadi besarta probabilitasnya diketahui
Uncertainty: Jika seluruh informasi yg mungkin terjadi diketahui, tetapi
tanpa mengetahui probabilitasnya masing-masing
Conflict:
Jika kepentingan dua atau lebih pengambil keputusan berada dalam pertarungan aktif diantara kedua belah pihak, sementara keputusan certainty, risk & uncertainty yang aktif hanya pengambil keputusan

Tujuan analisis keputusan (Decision Analysis):
Mengidentifikasi apa yang harus dikerjakan, mengembangkan kriteria khusus untuk mencapai tujuan, mengevaluasi alternatif yang tersedia yang berhubungan dengan kriteria & mengidentifikasi risiko yang melekat pada keputusan tersebut.

Management Science dalam
1. Pengambilan keputusan berdasarkan tujuan pengambilan keputusan g p j
2. Pengambilan keputusan berdasarkan informasi & analisis
3. Pengambilan keputusan untuk tujuan ganda
4. Penekanan yg meningkat pd produktivitas:
- produktivitas SDM
- manajemen modal & material yg efektif
- proses pengambilan keputusan yg efisien
5. Peningkatan perhatian pd perilaku kelompok
6. Manajemen modal, energi & material yg efisien
7. Manajemen ttg segala kemungkinan yg lebih sistematis
8. Lebih beraksi dg faktor eksternal (ex: pemerintah, situasi internasional, faktor sosial, ekonomi, lingkungan, perubahan situasi pasar, selera konsumen, pesaing, dll)

KEPUTUSAN DALAM CERTAINTY (KEPASTIAN)
Hasil dari setiap alternatif tindakan dapat ditentukan dimuka dengan pasti. Misal model linear programming, model integer programming dan model deterministik.
Tujuan :
• Lebih dari satu tujuan.
• Lebih dari satu alternatif tindakan
• Setiap tindakan mempunyai satu atau lebih hasil
KEPUTUSAN DALAM KONDISI RESIKO
Kurang pastinya kejadian-kejadian dimasa mendatang, maka kejadian ini digunakan sebagai parameter untuk menentukan keputusan yang akan diambil. Situasi yang dihadapi pengambil keputusan adalah mempunyai lebih dari satu alternatif tindakan, pengambil keputusan mengetahui probabilitas yang akan terjadi terhadap berbagai tindakan dan hasilnya dengan memaksimalkan expected return (ER) atau expected monetari value (EMV)

KEPUTUSAN DALAM UNCERTAINTY (KETIDAKPASTIAN)
Pengambilan keputusan dalam ketidakpastian menunjukkan suasana keputusan dimana probabilitas hasil-hasil potensial tidak diketahui (tak diperkirakan). Dalam suasana ketidakpastian pengambil keputusan sadar akan hasil-hasil alternatif dalam bermacam-macam peristiwa, namun pengambil keputusan tidak dapat menetapkan probabilitas peristiwa.

Kriteria-kriteria yang digunakan
A. Kriteria MAXIMIN / WALD (Abraham Wald)
Kriteria untuk memilih keputusan yang mencerminkan nilai maksimum dari hasil yang minimum
Asumsi: pengambil keputusan adalah pesimistik /konservatif/risk avoider tentang masa depan
Kelemahan: tidak memanfaatkan seluruh informasi yang ada, yang merupakan cirri pengambil keputusan modern
B. Kriteria MAXIMAX (Vs MAXIMIN)
Krietria untuk memilih alternatif yang merupakan nilai maksimum
dari pay off yang maksimum
Asumsi: pengambil keputusan adalah optimistic, cocok bagi
investor yang risk taker
Kelemahan: mengabaikan banyak informasi yang tersedia 6/6/2008 25
C. Kriteria MINIMAX REGRET / PENYESALAN ( L.J. Savage)
Kriteria untuk menghindari penyesalan yang timbul setelah memilih keputusan yang meminimumkan maksimum penyesalan/keputusan yang menghindari kekecewaan terbesar, atau memilih nilai minimum dari regret maksimum, dimana: Jumlah regret/opportunity loss = Pay off max – pay off alternatif pd peristiwa tertentu
D. Kriteria HURWICZ / kompromi antara MAXIMAX dan MAXIMIN (Leonid Hurwicz)
Kriteria dimana pengambil keputusan tidak sepenuhnya optimis dan pesimis sempurna, sehingga hasil keputusan dikalikan dengan koefisien optimistic untuk mengukur optimisme pengambil keputusan, dimana koefisien optimisme (a) = 0 a 1. Dengan a : 1, berarti optimis total (MAXIMAX) a : 0, berarti sangat pesimis/optimis 0 (MAXIMIN) Atau a : optimis 1-a : pesimis
Kelemahan:
- sulit menentukan nilai a yang tepat
- mengabaikan beberapa informasi yang tersedia (ex: prospek ekonomi sedang diabaikan) 6/6/2008 27
E. Kriteria LAPLACE / BOBOT YANG SAMA ( Equal Q Likelihood)

Asumsi: semua peristiwa mempunyai kemungkinan yang sama untuk terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar